Alhamdulillah..akhirnya jumpe juga makna di sebalik tasbih ni. Mula-mula ingatkan tasbih ini lain dari yang lain, rupanya SubhanaAllah...sungguh dekat dan betapa butanya hati ini. Masih ingat lagi,semasa balik ke kampung kampung, mok (mak mertua) slalu berpesan 'zaida ingatlah tasbih siti fatimah, banyak kebaikannya, amallah selalu sebelum tidur'..mari kita sama2 hayati apa sebenarnye kisah di sebalik tasbih ini.

Diriwayatkan pada suatu hari, diceritakan oleh Ali bin Abu Talib,

Fatimah sering menggiling gandum dengan tangannya sendiri, sehingga menimbulkan bintik-bintik hitam yang menebal pada kedua telapak tangannya. Dia sendiri yang mengangkat air ke rumahnya dalam sebuah kantung kulit yang menyebabkan luka-luka di atas dadanya. Kemudian dia membersihkan rumahnya seorang diri, menyebabakan pakaiannya menjadi kotor.



Pada suatu hari, datanglah beberapa orang hamba sahaya (budak) kepada Rasulullah SAW, maka Ali bin Abi Thalib berkata: “Pergilah engkau (Fatimah) menghadap Rasulullah SAW, dan mintalah seorang pembantu untuk meringankan pekerjaan rumahmu”. Kemudian dia pergi menemui Rasulullah SAW, tetapi pada saat itu banyak orang yang menghadiri Majlis Rasulullah SAW. Karena malu untuk menyampaikan maksudnya, dia pun kembali ke rumah.

Pada hari berikutnya, Rasulullah SAW datang ke rumah kami dan bertanya: “Wahai Fatimah, ada maksud apa engkau datang ke rumahku kemarin?”. Fatimah tidak menjawab karena malu. Saya berkata kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah, dia menggiling gandum setiap hari, yang menimbulkan bintik-bintik hitam pada tangannya. Dia mengangkat air setiap hari sehingga meyebabkan luka-luka di atas dadanya, dan setiap hari dia membersihkan rumahnya sehingga pakaiannya menjadi kotor. Kemudian Ali menceritakan tentang beberapa hamba sahaya yang engkau dapatkan kemarin, dan menyuruh Fatimah datang kepada engkau (Rasulullah SAW) untuk meminta seorang pembantu”.



Mendengar itu Rasulullah SAW. berkata: “Wahai Fatimah, bertakwalah kepada Allah, tetaplah menyempurnakan kewajibanmu kepada Allah, dan kerjakanlah pekerjaan rumah tanggamu. Kemudian, apabila engkau akan tidur, ucapkanlah Subhanallah 33 kali, Alhamdulillah 33 kali, dan Alllahu Akbar 34 kali, ini lebih baik bagimu daripada seorang pembantu”. Setelah mendengar nasehat itu, Siti Fatimah berkata: “Saya ridha dengan keputusan Allah dan Rasul-Nya”.

Itulah kisah kehidupan putri Rasulullah SAW. Nabi yang paling mulia di antara para nabi. Sedangkan kita pada jaman sekarang, jangankan pekerjaan rumah tangga, pekerjaan pribadi pun harus dibantu oleh orang lain. Membuat kopi/teh, membereskan buku, menyemir sepatu, dll. Selalu minta bantuan pembantu. Selalu ingin dilayani oleh orang lain.


Perhatikan lagi kisahnya, Rasulullah meyuruh putrinya untuk berdzikir sebelum tidur. Hal itu dikatakan lebih baik daripada seorang pembantu. Dzikir itu akan memberikan energi, sebagai pengganti akibat aktivitas pada siang hari. Keterangan lain menyebutkan Rasulullah SAW menasehati Siti Fatimah agar selesai shalat membaca Subhanallah 33 kali, Alhamdulillah 33 kali, dan Allahu Akbar 33 kali, ditambah dengan: La ilaha illallah wahdahu la syarikalahu lahulmulku walahulhamdu wahua ‘ala kulli syaiinqodiir.

SubhanaAllah...begitu besar khafiat tasbih ini. Kesimpulannya, apa apa pekerjaan walaupun berat sekalipun cubalah usaha dengan tangan sendiri selagi terdaya. InsyaAllah, akan dipermudahkan urusan kita kelak, diringankan beban hutang kelak,badan sentiasa sentiasa cergas dan sehat serta mendapat ketenangan yang nyata..wallahualam







sumber:elqolam.myblogrepublika.com